BREAKING NEWS

10/recent/ticker-posts

Right Button

test bannerSELAMAT DATANG DI WEBSITE "RATU PRABU NEWS"

Warga Kampung Nias Kelurahan Ranah Parak Rumbio Kecamatan Padang Selatan Peringati HUT Ke-81 Kemerdekaan RI Dengan Meriah


Padang, ratuprabunews.com - Wilayah Kampung Nias di Kelurahan Ranah Parak Rumbio, Kecamatan Padang Selatan Kota Padang, berdekatan dengan Kawasan Pondok dan Pusat Perdagangan Kota Padang.  Wilayah ini menjadi ruang interaksi multi etnis yang harmonis antar Suku Nias, Minangkabau, dan Tionghoa melalui asimilasi  serta pernikahan antar budaya. Sebagian Keturunan Etnis Nias di kawasan  ini masih mempertahankan identitas budaya dan warisan leluhur,  kendati telah beradaptasi dengan adat istiadat setempat.                          

Berpijak dari itu semua, warga masyarakat Kampung Nias juga Cinta Negara Kesatuan Republik Indonesia. Oleh karena itu, dalam rangka memeriahkan Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, dalam suasana kekeluargaan,  kegembiraan dan penuh keakraban, warga masyarakat Kampung Nias, para Pemuda dan Pemudi Kampung Nias, Kelurahan Ranah Parak Rumbio, Kecamatan Padang Selatan Kota Padang, pada Senin (17/8/2026), mengadakan Lomba Panjat Pinang,  bertempat di depan Puskel Balai Kesehatan, Kampung Nias, Kelurahan Ranah  Parak Rumbio, Kecamatan Padang Selatan Kota Padang. Kegiatan tersebut berlangsung sukses dan meriah.                          Disela-sela kegiatan, Ketua Pemuda Kampung Nias, Kelurahan Ranah Parak Rumbio, Kecamatan Padang Selatan,  Markus Pandean kepada awak media mengatakan, sebenarnya kegiatan panjat pinang ini terlaksana atas inisiatif bersama.  

Kebetulan pemuda dan pemudi setempat mereka ingin mengadakan acara-acara,  maka kita istilahnya dipandang sebagai pemuka  masyarakat, kita cuman membantu memfasilitasi supaya tercapainya acara ini.  "Pagi-pagi acara anak-anak, ajang perlombaan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI yang ke-81.  Adapun acara anak-anak digelar seperti lomba makan kerupuk, ada lomba joged pakai balon, dan segala macamnya," tuturnya.   

Setelah acara anak-anak, lanjut Markus, kita lanjutkan acara yang remaja ke atas. Kebetulan pemuda kita mereka mau mengadakan panjat pinang. Nah,  untuk saat ini yang mendaftar cuma lima tim. Kita tidak membatasi ya,  tim dari manapun silahkan ikut gabung. Hanya dua tim yang bisa mencapai puncak. Ada tim Alang Lawas,  kemudian ada tim campuran  dari Ranah.  Campur-campurlah, kita tidak ada membatasi. Selagi mereka mau berpartisipasi di tempat kita,  kita persilahkan untuk memeriahkan acara ini. Kita tidak ada pilih-pilih, siapapun  silahkan.

"Mudah-mudahan nanti hasil yang bagus,  atau kondusif, atau lancar, kedepannya kita mungkin lebih besar acara dari ini. Saya berpesan kepada pemuda setempat,  kalau seandainya lancar acara ini, nanti kedepannya kita akan jadi agenda rutin tahunan. Kita selingi sama acara-acara yang lain,  termasuk acara kebudayaan kami lengkapi semua, " ujarnya.                            

Terkait sumber dana kegiatan, Markus Pandean menjelaskan kebetulan untuk masalah dana, itu kita ada swadaya masyarakat sendiri."Saya cuma memberikan instruksi, tolong ibu-ibu termasuk pemuda-pemuda usahakan mengumpulkan swadaya masyarakat. Berapa pun dapatnya, acara tetap kita lanjutkan. Oh,  kita harus dapat sekian, nggak. Berapa pun dapat swadaya masyarakat, berapa pun biaya nya,  tetap jalan. Karena saya ingin membenahi daerah Kampung Nias ini supaya kedepannya, lebih baik lagi, " katanya.                           

Dia menambahkan,  sebetulnya kepentingan saya nggak ada, cuman saya lihat, saya dengar diluaran, ada berita-berita yang nggak bagus masalah pemuda-pemudi sini. Saya nggak mau kaya gitu. "Saya ingin membangkitkan bagaimana nanti kedepannya pemuda-pemudi mau tahu sesama kita seluruh rakyat Indonesia. Dimanapun wilayahnya, nanti, seandainya dapat musibah, atau betul-betul membutuhkan apa? kita siap bergerak di bidang sosial. Kemarin nih Kami ke panti-panti asuhan, seperti bagi-bagi sembako dan sebagainya. Makanya saya bilang,  kedepannya, kalau kita bersama, tidak ada yang tidak bisa, " tegasnya.                      

Saat ditanya apa makna Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI,  Markus Pandean  Menjawab, "kalau maknanya itu besar sekali ya pak. Karena kita mengingat dan betul-betul menghargai jasa-jasa para pahlawan kita yang terdahulu. " Kalau tanpa pahlawan yang terdahulu, mungkin kita masih dijajah Pak.            "Kita mau bergerak,  kita nggak bisa.  Kita mau ini, dibatasi.  Jadi rasa ketakutan di zaman dulu ada. Karena orang tua saya ngalamin Pak," ungkapnya.                                        

Senada dengan itu,  Ketua Pelaksana Kegiatan sekaligus Ketua RT 4 / RW 4 Kampung Nias,  Kelurahan Ranah Parak Rumbio, Kecamatan Padang Selatan,  Paulus Wijaya mengungkapkan,saya lantaran untuk memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI yang ke-81,  kami ikut berpartisipasi untuk pemuda, kita ikut membantu,  lantaran Ketua Pemuda kita mau juga turun, jadi sama-sama lah kita supaya memeriahkan kegiatan di Kampung Nias ini, pemuda-pemudi nya aktif semua. 

(Yefri/David)

Posting Komentar

0 Komentar