BREAKING NEWS

10/recent/ticker-posts

Right Button

test bannerSELAMAT DATANG DI WEBSITE "RATU PRABU NEWS"

Prof. Dr. Yuliana, S.P., M.Si., : "Nagari Maninjau Memiliki Kekayaan Sumber Daya Pangan dan Kuliner Lokal yang berpotensi Menjadi Ikon Ekonomi Daerah.


Padang,  ratuprabunews - Universitas Negeri Padang melalui Tim Pengabdian Program Studi Tata Boga Fakultas Pariwisata dan Perhotelan,  menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dan Diseminasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat, pada Kamis (11/6/2026) di Hotel Premiere Basko Hotel Padang.                      

Dengan mengangkat tema  "Hilirisasi Produk Kuliner Lokal Nagari Maninjau Dengan Pendekatan One Village One Product (OVOP)  Untuk Pemberdayaan dan Penguatan Ekonomi Masyarakat", kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Program Pengabdian masyarakat yang telah dilaksanakan di Nagari Maninjau.  Bertujuan untuk memperkuat hilirisasi produk kuliner lokal agar memiliki nilai tambah,  daya saing serta mampu menembus pasar yang lebih luas. Pendekatan One Village One Product (OVOP) dipilih sebagai strategi pengembangan produk usaha daerah yang berbasis potensi lokal dan kearifan masyarakat setempat.

Kegiatan ini menghadirkan berbagai narasumber,  mulai dari unsur Akademisi,  Pemerintah,  Legislatif,  dan Praktisi,  antara lain Prof. Drs.  Asmar Yulastri, M. Pd., PhD., Dr. Endrizal, SE., M.Si., sebagai Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Barat, Dr.  Ir. H. Indra Catri, M.T.,  Datuak Malano Nan Putiah sebagai Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat,  Chef Yusof sebagai Praktisi Kuliner, serta Ir. Yozarwardi Usama Putra, S.Hut., M.Si., IPU sebagai Kepala Dinas  Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Sumatera Barat. 


                        

FGD ini juga dihadiri oleh pelaku UMKM,  Pemerintah Daerah,  akademisi dari berbagai Perguruan Tinggi,  mitra industri,  media serta organisasi masyarakat yang memiliki perhatian dalam pengembangan ekonomi lokal. Melalui diskusi yang interaktif dan partisipatif,  peserta berhasil merumuskan sejumlah rekomendasi strategis untuk mempercepat hilirisasi produk Kuliner lokal Nagari Maninjau.            

Ketua Tim Pengabdian,  Prof. Dr. Yuliana, S.P., M. Si., menjelaskan bahwa Nagari Maninjau memiliki kekayaan sumber daya pangan dan kuliner lokal,  seperti olahan ikan nila, ikan patin,  rinuak, pensi, serta berbagai produk khas lainnya yang berpotensi menjadi ikon ekonomi daerah.  

Namun pengembangan produk tersebut,  masih menghadapi berbagai tantangan. Mulai dari pengemasan,  standarisasi mutu,  sertifikasi halal,  pemasaran digital hingga perluasan akses pasar.  "Kegiatan FGD ini menjadi wadah untuk menyinergikan berbagai pihak dalam merumuskan strategi pengembangan produk unggulan Nagari Maninjau agar mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat, "  katanya.                                               

Selain memaparkan hasil pengabdian yang telah dilakukan, forum ini juga membahas berbagai peluang dan tantangan pengembangan UMKM Kuliner,  strategi penguatan produk berbasis One Village One Product (OVOP),  inovasi kuliner lokal, serta pentingnya sinergi antara Pemerintah,  Akademisi, Pelaku Usaha,  Media dan Lembaga Keuangan dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat.                   

Menurut Direktur Kerjasama, Reputasi dan Internasionalisasi UNP Padang,  Prof. Rusnardi Rahmat Putra, PhD., Eng., dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi Perguruan Tinggi dalam mendukung pembangunan daerah melalui penguatan inovasi dan pemberdayaan masyarakat.               

Melalui kegiatan ini UNP berharap terjalin kolaborasi yang lebih kuat antara Pemerintah Daerah,  dunia usaha  dan masyarakat dalam mengembangkan produk unggulan daerah.  Selain meningkatkan daya saing produk kuliner lokal. Kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat ekonomi masyarakat Nagari Maninjau berkelanjutan,  serta mendukung pencapaian tujuan pembangunan  berkelanjutan (Suistainable Development Goals/SDGs) melalui pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.            

(Yefriando)

Posting Komentar

0 Komentar