BREAKING NEWS

10/recent/ticker-posts

Right Button

test bannerSELAMAT DATANG DI WEBSITE "RATU PRABU NEWS"

Ketua LKAAM Sumbar, Prof. Dr. H. Fauzi Bahar, M.Si., : Harta yang Paling Berharga Adalah Anak Kemenakan Kita. LGBT Harus "Dibumihanguskan" Di Ranah Minang ini


Padang, ratuprabunews - Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat,  Prof. Dr. H. Fauzi Bahar, M. Si.,  Datuak Nan Sati menegaskan  soraklah kalampauan,  bisiaklah tadanga bahwa seluruh elemen di Minangkabau menghendaki agar LGBT (Lesbian,  Gay, Biseksual dan Transgender) harus habis di ranah minang ini. 

"Saya akan adakan Deklarasi Bersama Kapolda Sumbar,  Gubernur Sumbar  dan Walikota Padang,  MUI, dan Bundo Kanduang. Untuk itu, kita bersama-sama semua dari BEM Mahasiswa untuk kita bersepakat, hari ini LGBT itu dari cicak sudah lewat, narkoba juga begitu.  Dari Bengkarung hampir jadi biawak hari ini, sebentar lagi jadi buaya. Kalau tidak kita halangi, kalau tidak kita bumi hanguskan, kalau tidak kita hajar dari sekarang dia akan berjalan terus, dia melangkah terus.  

Besok-besok korbannya anak kemenakan kita. Harta yang paling berharga itu adalah anak kemenakan kita, " ujar H. Fauzi Bahar kepada awak media ratuprabunews, pada Jumat (19/6/2026) di Gedung LKAAM Sumbar,                  Maka dari itu, menurut Bang Fauzi sapaan akrab beliau, semua elemen harus ikut pada hari Minggu tanggal 21 Juni 2026 di depan Mako Polda Sumbar kita bertekad bersama  untuk menghabiskan LGBT.  "Dan saya berharap kepada Bupati/Walikota melalui Polres untuk melakukan hal yang sama di kab/kota,  termasuk LKAAM,  MUI,  Bundo Kanduang di Kabupaten/Kota melakukan hal yang sama agar kegiatan ini serentak kita lakukan.                    Karena saya dari lubuk hati yang dalam,  saya bertekad untuk menyelamatkan anak kemenakan saya. 

Dan alhamdulillah,  Pak Kapolda,  Pak Gubernur,  Pak Walikota Padang, satu pikiran,  satu pendapat. Karena harta yang paling mahal itu adalah anak kemenakan kita. Masa kita biarkan  diterkam oleh srigala yang bernama narkoba,  LGBT, pergaulan bebas, tawuran dan sebagainya.   Maka dari itu,  dari apa yang sudah dilakukan oleh Polda untuk menghabiskan tawuran dan balap liar. Tinggal sekarang kita kikis habisi LGBT dan narkoba, " tegasnya lagi


       

Bang Fauzi menambahkan, bahwa kita sedang menyiapkan sekarang adalah Perda Tentang Pidana Adat.  Pidana Adat ini sedang kita susun bersama DPR, untuk kita jadikan Peraturan Paerah (Perda) termasuk teknis. Yang saya maksud teknisnya adalah bagaimana pelaksanaannya, dendakah?

Hukumankah?atau diumumkan  dimesjidkah? Atau bayar semen dan sebagainya, agar mereka ini kapok.Orang yang dihukum 5 atau 6 tahun penjara mereka hanya habis selesai,  selesai. Kalau orang yang dilakukan tentang hukum adat seumur hidup. 

(Yefriando)

Posting Komentar

0 Komentar