BREAKING NEWS

10/recent/ticker-posts

Right Button

test bannerSELAMAT DATANG DI WEBSITE "RATU PRABU NEWS"

Diseminasi dan FGD Penguatan UMKM Berbasis Circular Ekonomi Melalui Inovasi Produk Lokal dan Pemanfaatan Sumber Daya Berkelanjutan


Padang, ratuprabunews - Universitas Negeri Padang melalui Tim Pengusul Kolaborasi Multidisiplin Ilmu yaitu Tri Kurniawan, S.Pd., M.Pd. (Ketua/FEB),  Prof. Dr.  Desnita, M.Si (Anggota/FMIP),  dan Fauzan Aulia, S. Da,  M. Sn (Anggota/FBS) menggelar Focus Group Discussion (FGD) dan Diseminasi Hasil Pengabdian kepada masyarakat Program Equity - The Impact Rangking 2025/2026 Universitas Negeri Padang, pada Sabtu (19/6/2026) di Grand Hotel Basko Padang.

Adapun tujuan kegiatan ini adalah mengembangkan strategi pemberdayaan UMKM berbasis potensi lokal dengan menerapkan konsep zero waste anda circular economy.  FGD ini juga menggali peran dari Pemerintah, Akademisi dan stakeholder lainnya dalam mendukung penguatan dan pemberdayaan UMKM berbasis potensi lokal.        

FGD kali ini mengusung tema "diseminasi dan  FGD penguatan UMKM berbasis circular economy melalui inovasi produk lokal dan pemanfaatan sumber daya berkelanjutan".          Kegiatan ini berlangsung hangat dalam suasana kekeluargaan.  Dihadiri oleh Direktur Kerjasama Reputasi dan Internasionalisasi UNP,  Dekan FEB UNP,  dan Ketua LPPM UNP beserta rekan-rekan media. Peserta FGD ini terdiri dari Pelaku UMKM dari Kota Padang,  Kab. Agam, dan Kab. Tanah Datar.Kegiatan ini menghadirkan Narasumber pertama dari Tim Pengusul, yaitu Prof. Dr. Desnita, M. Si., yang menyajikan pemaparan dengan mengangkat judul  PKM green entrepreneurship, pemberdayaan Ibu-Ibu PKK Nagari Matua Hilia melalui aneka olahan produk kolang-kaling berbasis zero waste.   


                  

Hasil Pelaksanaan Program Prof. Dr. Desnita,  M. Si., yakni yang pertama sosialisasi dengan melakukan diskusi dengan Wali Nagari Matua Hilia tentang pelaksanaan program. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 25 Juni 2025, dihadiri oleh Tim PKM, Perangkat Nagari Matua Hilia dan Pengurus dan Anggota PKK Nagari Matua Hilia.Hasil yang dicapai adalah terdapat kesamaan persepsi tim pengabdi dengan Mitra tentang pelaksanaan PKM,  jadwal, tempat, peserta dan pembagian tugas untuk pelaksanaan program.

Yang kedua, pelatihan, penerapan teknologi dan pendampingan (aspek produksi dan pemasaran) yakni pelatihan pengolahan kolang-kaling menjadi berbagai jenis produk. Kegiatan ini telah terlaksana pada tanggal 17 Juli 2025, dimana mitra dilatih untuk membuat mie kolang-kaling, selai nenas kolang-kaling, selai naga kolang-kaling, selai sari kaya kolang kaling dan es krim kolang-kaling.           

Narasumber kedua adalah Prof. Dr. Wening Patmi Rahayu, S. Pd., MM dari Universitas Negeri Malang yang menyajikan pemaparan dengan judul transformasi UMKM berkelanjutan melalui inovasi, digitalisasi dan penguatan daya saing. " Bertahan saja tidak lagi cukup.  UMKM harus berevolusi.  Biaya operasional meningkat semetara jangkauan pasar konvensional menyempit.  Mode "bertahan hidup" (Survival Mode) adalah jalan menuju stagnasi. Kemudian matriks evolusi, dari status quo menuju kondisi ideal. Matriks diagnostik, evolusi nilai kolang-kaling, ' ujarnya.                        

Prof.  Wening menambahkan, transformasi UMKM bukanlah sebuah tujuan akhir,  melainkan sebuah perjalanan berkelanjutan.  Inovasi adalah mesinnya,  digitalisasi adalah  jalannya dan daya saing adalah kecepatannya.Narasumber ketiga dari Badan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yaitu Dr. arif Sabtu Aii, S. Gz yang  menyajikan pemaparan peningkatan nilai tambah produk pangan lokal (kolang-kaling)  melalui inovasi dan penguatan kandungan gizi.

Narasumber Keempat adalah dari Asisten 3 Setda Kab. Agam, Syatria, S. Sos., M.Si.,  yang menyajikan pemaparan peran pemerintah Kabupaten Agam dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Potensi tersebut diantaranya pertama, Potensi unggulan seperti pangan lokal,  kerajinan,  budaya dan pariwisata. Kedua, ekonomi kreatif sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.  Ketiga, penguatan nilai tambah melalui inovasi dan kewirausahaan,  dan kelima kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

Narasumber yang kelima adalah praktisi UMKM (Owner Rendang Mizaki),  Sri Wahyuni dengan menyajikan pemaparan membangun UMKM pangan dari lokal menjadi unggul, pengalaman, tantangan dan strategi sukses.  Membangun MIZAKI bertahan dan tumbuh dengan modal terbatas.          

"Misi kami adalah menjaga kualitas rendang tradisional sambil menyesuaikannya  dengan gaya hidup modern yang menuntut kepraktisan,"  katanya.Tantangan yang kami hadapi,  ungkap Bu Ayu panggilan akrabnya,  keterbatasan modal,  volatilitas harga bahan baku,   dan pemasaran produk/penerimaan produk. Strategi sukses Mizaki yakni kemasan modern dengan mengadopsi teknologi vakum dan retort untuk daya simpan lebih lama dan aman di perjalanan.  

Kemudian jelajah pasar global dengan pameran diantaranya dengan pendekatan Pasay yang spesifik, dan pameran sebagai kuncin akses order skala besar.  Ia berpesan untuk UMKM,  "bukan modal,  tapi konsistensi yang mengantar kita naik kelas".  


(Yefriando)

Posting Komentar

0 Komentar