BREAKING NEWS

10/recent/ticker-posts

Right Button

test bannerSELAMAT DATANG DI WEBSITE "RATU PRABU NEWS"

Jaksa Utama Muda Toton Rasyid SH., M.Si., "Nahkoda Baru" BNNP Sumbar


Padang, ratuprabunews - Pelepasan dan Penyambutan Kepala Badan Nasional Narkotika Provinsi  (BNNP) Sumatera Barat dari Brigjen Pol. Dr. Riki Yanuarfi, SH., M.Si.,  kepada Jaksa Utama Muda, Toton Rasyid, SH., MH., berlangsung hangat dalam suasana kekeluargaan dan khidmat, di Lantai 2 Aula BNNP Sumbar,  pada Kamis (24/6/2026).  

Kepala BNNP Sumbar yang lama,  Brigjen Pol. Riki Yanuarfi menyampaikan rasa bersyukur dan bahagia selama bertugas di tanah kelahirannya.  "Saya sangat bahagia dan bersyukur di Sumatera Barat ini, apalagi dengan instansi vertikalnya,  tentunya dalam rangka mempererat tali silaturahmi," katanya.Dibawah komandonya, Sumatera Barat secara resmi telah keluar dari zona merah kerawanan narkoba.        

Pada kesempatan yang berbeda, Kepala BNNP Sumbar, Toton Rasyid kepada awak media menjelaskan, bahwa BNN itu bergerak dari hulu ke hilir dari mulai pencegahan,  pemberdayaan masyarakat kemudian ada pemberantasan nya dan rehabilitasi. Hilirnya adalah rehabilitasi.  "Kami jujur memang ada keterbatasan, tapi tidak mematahkan, karena kami selalu menggaungkan selalu adanya kolaborasi termasuk teman-teman stakeholder maupun lembaga lainnya. 

Yang pasti pencegahan tetap dilakukan yang utama karena Provinsi Sumatera Barat,  kalau prevalensi yang pernah diukur 2019 datanya.  Karena memang tahun itu yang bisa diukur. Ada 65 ribu jiwa yang sudah menjadi pengguna narkotika, " katanya.Nah,  kalau kita berfikir sekarang, sambungnya lagi, pengguna harus kita obati, harus kita layani, harus kita pulihkan,  maka saya ingin mengatakan bahwa data di Sumatera Barat, Rumah Sakit, Puskesmas,  BNN sendiri yang bisa melakukan rawat inap maupun rawat jalan. 

Dari rumah sakit yang ada, BNN itu cuma khusus rawat jalan, itu kemampuannya hanya lima ratus orang per tahun. "Kebayang jatah 65 ribu dibagi lima ratus orang.  Berarti lebih kurang kita membutuhkan untuk pemulihan itu 130 tahun. Itulah kondisi riil nya secara angka-angka.Ini perlu menjadi perhatian bersama. Kemaren saya sudah bertemu dengan Gubernur Sumbar,  kami sampaikan semua kondisi yang perlu dibersamai untuk menanggulanginya, lalu Gubernur Sumbar mendukung dalam waktu dekat akan mengadakan apa kira-kira kegiatan yang memungkinkan.         

"Kami butuh dukungan stakeholder di seluruh Sumatera Barat terutama kepada pemerintah daerah. Kita memahami bahwa keterbatasan fiskal di Sumatera Barat itu,  tapi kalau kita bersama-sama, bergerak bersama-sama,  membangun kesadaran masyarakat bersama-sama,  yang dibutuhkan  itu masyarakat,  jangan nanti sudah terbakar baru kita padamkan. Kita mulai dari hulu kita sudah berbuat dengan  pencegahan ini," ajaknya. Jadi, tambah Toton, saya menghimbau kepada pemerintah daerah melalui Gubernur Sumbar, DPRD, kemudian Bupati dan Walikota Se- Sumatera Barat memberikan perhatian yang khusus.

(Yefriando)

Posting Komentar

0 Komentar