Padang, ratuprabunews - Pada Hari Jum'at (6/2/2026) bertempat di Auditorium Gubernuran Sumbar, Ketua Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) Pusat, Zulfan Zahar melantik secara resmi jajaran Pengurus METI Wilayah Sumbar yang disaksikan langsung Gubernur Sumatera Barat H. Mahyeldi Ansharullah, Kepala Dinas ESDM Sumbar Helmi Heriyanto, Perwakilan PT PLN, jajaran OPD, akademisi, serta pelaku sektor energi. Kegiatan ini berlangsung khidmat.
Ketua METI Pusat, Zulfan Zahar, saat dikonfirmasi media online "ratuprabunews" seusai pelantikan mengatakan bahwa pelantikan terhadap METI Sumbar, saya berharap METI di wilayah ini bisa menjadi ujung tombak METI Pusat. Ketika ada sesuatu yang tidak sesuai dengan perencanaan, tidak sesuai dengan ijin, kemudian edukasi masyakat tentang apa itu Energi Terbarukan terutama di generasi muda. "Kita perlu kasih pemahaman kepada generasi muda bahwa kedepan energi terbarukan itu miliknya generasi muda.
Kalau generasi muda tidak dipahamkan adalah haknya mereka, nanti mereka akan kebingungan, masa depannya akan jadi suatu pertanyaan, terus mereka akan mengerjakan apa?, " ujarnya. Lebih jauh Zulfan Zahar menjelaskan, Green Job yang dibuat oleh Pemerintah dari Energi Terbarukan itu yaitu 1,7 juta. "1, 7 juta itu pemuda harus tahu, dan Green Job itu, ga ada job kalau ga ada green nya lho. Artinya, job-nya dulu, proyeknya ada, baru pekerjaanya muncul, " tegasnya.
Rencana tahun 2026 ini, kamj akan meresmikan 20 METI Wilayah, dimana disana juga kita akan meresmikan METI Energi Muda, dan edukasi yang kita berikan. Nanti ada seminar, kemudian ada monitoring, coaching, kemudian akan menarik ide-ide yang paling bagus, kemudian kita sekolahkan ke luar negeri, kita kasih pelatihan ke luar negeri, durasinya kita atur, beasiswa, nasional juga kita biayai. Nanti kita cari sponsor-sponsornya yang memang sudah menyatakan diri siap.
Sponsor-sponsor ini juga siap melakukan transfer knowledge dengan coaching dan mentoring. Ini akan kita kasih tahu terus kepada generasi muda yang ada di wilayah mengenai Energi Terbarukan, Energi Transisi. Tidak boleh tidak itu harus dilakukan," tuturnya. Pada kesempatan itu, Ketua METI Wilayah Sumbar, Dr. Ir. Firman Hidayat MT, Forester senior dari Fakultas Kehutanan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) mengatakan, begitu pentingnya kami mendampingi pemerintah dalam rangka perjalanan energi transisi ini. Ini idealisnya cukup tinggi, tapi juga disini ada bisnisnya. "Jadi, Energi Terbarukan bicara tentang SDG, pembangunan berkelanjutan, ada nilai ekonominya, juga pengembangan sosial budaya masyarakat. Makanya kita kumpul kawan-kawan yang sudah melakukan kegiatan energi terbarukan masing-masing semuanya kita kumpulkan.
Kawan-kawan yang sudah melakukan energi terbarukan di bidangnya masing-masing. Artinya kita ini hanya mengumpuakan nan taserak untuk bergabung dalam energi terbarukan, " katanya. Sumbar ini, Firman Hidayat menambahkan, perekonomiannya 3 persen. Paling rendah di Provinsi Se Sumatera. Mereka butuh investor. Rp 220 Triliun akan digelontorkan Energi Terbarukan di Sumbar.
(Yefriando)

0 Komentar