Padang, ratuprabunews - Duta GenRe (Generasi Berencana) adalah remaja putra dan putri perwakilan yang dipilih oleh BKKBN sebagai role model untuk mengedukasi rekan sebaya mengenai kesehatan reproduksi, perencanaan kehidupan berkeluarga, serta pencegahan TRIAD KRR (Pernikahan Dini, Seks Bebas, dan Napza).
Mereka berperan sebagai agen perubahan untuk membentuk generasi muda yang cerdas, sehat dan berkualitas. Hal itu dikemukakan Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Barat, Dedy Agus tanto, S.Kom., M.Pd.T kepada media online "ratuprabunews" dalam kegiatan Puncak Apresiasi DUTA GENRE Kota Padang Tahun 2026, pada Sabtu (14/2/2026) di Gedung Bagindo Azis Chan Youth Center Kota Padang. Berlangsung khidmat dan meriah.
Turut dihadiri Walikota Padang, H. Fadly Amran, BBA, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumbar Dra. Mardalena Wati Yulia, M. Si., Pjs. Sekda Kota Padang Raju Minropa Caniago, Kadis Sosial Kota Padang Eri Sanjaya, para kuli tinta dan unsur terkait lainnya. Dalam kesempatan itu, Walikota Padang H. Fadly Amran, BBA dalam sambutannya mengatakan, bahwa Duta GenRe harus menjadi menjadi motivator dan role model yang berkarakter serta berintegritas. Mereka diharapkan mampu berkontribusi mencegah berbagai persoalan remaja, mulai dari pernikahan dini, penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, hingga kekerasan seksual dan perilaku negatif lainnya.
Ajang Puncak Apresiasi Duta GenRe Kota Padang Tahun 2026 ini turut diikuti 200 orang peserta dari berbagai Pusat Informasi dan Konselling Remaja (PIK-R) di sekolah serta Kampung Keluarga Berencana di Kelurahan Se-Kota Padang. Pada Ajang kali ini Walikota Padang H. Fadly Amran menobatkan Fathir Latief dari SMAN 6 Padang, dan Nikita Arima Putri dari SMAN 2 Padang sebagai Sang Pemenang Duta GenRe Kota Padang Tahun 2026
Dedy Agustanto menjelaskan, bahwa berdasarkan pedoman di BKKBN, termasuk Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Barat, ada 8 Fungsi Keluarga yang wajib dijalankan untuk menciptakan keluarga berkualitas dan sejahtera adalah Pertama, Fungsi Keagamaan. Kedua, fungsi sosial budaya. Ketiga, fungsi cinta kasih. Keempat, fungsi perlindungan. Kelima, fungsi reproduksi. Keenam, fungsi sosialisasi dan pendidik. Ketujuh, fungsi ekonomi, dan kedelapan, fungsi pembinaan lingkungan. "Kedelapan fungsi ini sangat penting diterapkan untuk mendukung ketahanan keluarga terutama dalam upaya pencegahan stunting di Sumatera Barat, " ujarnya.
(Yefriando)

0 Komentar