Padang, ratuprabunews. com - Musyawarah Daerah Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Sumatera Barat, sepakat memutuskan Evi Yandri Rajo Budiman menakhodai DPD HKTI Provinsi Sumatera Barat untuk periode 2026-2031. Kegiatan ini berlangsung khidmat dalam suasana hangat dan penuh keakraban, pada Selasa (1/9/2026), bertempat di Aula Kantor Gubernur Sumatera Barat.
Setelah itu,dilaksanakan acara prosesi pelantikan DPC HKTI 19 Kabupaten/Kota Se-Sumatera Barat. Dalam hal ini yang bertindak melantik adalah Ketua Harian DPN HKTI, Prof. Andi Muhammad Syakir mewakili Ketua Umum DPN HKTI Sudaryono.
Kegiatan ini dihadiri Wakil Gubernur Sumbar Vasco Ruseimy, Walikota Pariaman Yota Balad (Ketua DPC HKTI Kota Pariaman), Walikota Sawahlunto Riyanda Putra (Ketua DPC HKTI Kota Sawahlunto), Bupati Kabupaten Solok, Jon Firman Pandu (Ketua DPC HKTI Kabupaten Solok), Herpi Damson/Epi Kampai (Ketua DPC HKTI Kabupaten Pesisir Selatan), Wakil Ketua DPRD Kota Padang Panjang, Ibu Fitri (Ketua DPC HKTI Kota Padang Panjang), dan Ketua DPC HKTI yang lainnya, unsur terkait, dan para kuli tinta.
Dalam sambutannya, Ketua Terpilih DPD HKTI Provinsi Sumatera Barat, Evi Yandri Rajo Budiman menegaskan, ini bukan hanya sebagai sebuah jabatan. Bagi saya menahkodai suatu organisasi tanpa adanya konsolidasi organisasi, itu akan berujung menyebabkan organisasi ini akan mati suri. "Tentu itu tidak akan kami harapkan, amanah ini, In syaa Allah akan saya maksimalkan sebaik-sebaiknya sesuai dengan amanat forum. Namun tanggung jawab besar ini tentu tidak akan bisa saya perjuangkan sendiri butuh dukungan semua pihak, terutama pemerintah, para praktisi, akademisi dan seluruh stakeholder yang berkaitan dengan pertanian," katanya.
Evi Yandri Rajo Budiman lebih jauh mengatakan, kalau melihat kepada seluruh Ketua DPC HKTI yang dilantik oleh Ketua Harian DPN HKTI tadi, saya in syaa Allah optimis bahwa HKTI akan berjaya di Provinsi Sumatera Barat. "Hampir semua Ketua DPC HKTI yang dilantik tadi adalah Pemangku Kebijakan di Kabupaten/Kota Provinsi Sumatera Barat. Ada yang Walikota, ada yang Bupati, ada yang Pimpinan DPRD, ada Pengusaha Pertanian juga, ada Sekda aktif, ada mantan Sekda juga. Saya rasa sangat klop. Ada juga Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar.
Jadi saya yakin, jika ini bisa di sinergikan, in syaa Allah apa yang dicita-citakan oleh Presiden Kita Bapak Prabowo Subianto, Pasal 33 dengan Program Asta Citanya, ketahanan pangan, swasembada pangan, in syaa Allah di Sumatera Barat bisa dijadikan contoh untuk mewujudkan cita -cita Presiden Prabowo Subianto tersebut. In syaa Allah, saya siap lahir dan bathin," ungkapnya.
Dia menjelaskan, Sumatera Barat memiliki potensi pertanian yang luar biasa, sumber daya alam kita besar, tradisi pertanian kita yang kuat, serta masyarakat yang memiliki pengalaman panjang dalam mengelola sektor pertanian.
Namun kita juga menghadapi tantangan yang tidak ringan, mulai dari persoalan harga komoditas, persediaan pupuk dan sarana produksi, akses permodalan, teknologi pertanian, regenerasi pertanian, kepastian pasar, pengolahan hasil pertanian, hingga kesejahteraan petani."HKTI Sumatera Barat kedepan, harus hadir bukan hanya bicara sebagai organisasi yang bergerak di bidang pertanian tetapi menjadi organisasi yang bekerjasama dengan para petani untuk mewujudkan kesejahteraan petani," tuturnya.
(Yefriando)


0 Komentar