Padang, ratuprabunews.com - Pertemuan Ilmiah Tahunan Nasional Fisika Medis dan Biofisika (PIT-FMB) Ke-IX berlangsung sukses diselenggarakan di Truntum Hotel Padang, pada tanggal13 hingga 15 Agustus 2026. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Sumatera Barat, H. Mahyeldi Ansharullah,yang diwakili oleh asisten 1.Turut hadir juga,Walikota diwakili staf ahli bidang SDM,Kadinkes diwakili Kabid SDK Dinkes Sumbar, Para Pakar, Praktisi, Fisikawan Medik, serta perwakilan instansi dan industri teknologi kesehatan, seperti Quantum Inti Kreasi.Dengan mengangkat tema "advancing medical physics and Biophysics in Indonesia: Standardization, innovation, and Future Readiness". Adapun pihak penyelenggaranyadalah Aliansi Fisikawan Medik Indonesia (AIFISMI) DPW Sumatera Barat yang bekerja sama dengan departemen Fisika Universitas Andalas.
Kegiatannya terdiri dari:
- pertemuan ilmiah dan seminar nasional- ruang berbagi ilmu terkait terkait perkembangan Fisika Medis,
- pameran inovasi dan teknologi alat kesehatan oleh berbagai instansi/ Vendor pendukung.
Disela-sela kegiatan PIT-FMB, DR. Afdhal Muttaqin selaku Ketua Pelaksana kepada awak media Ratu Prabu News mengatakan, Ini pertemuan ilmiah yang ke IX. Anggotanya lebih kurang 160 orang, tambahan dari teman-teman lembaga universitas 45 orang. Jadi berjumlah 205 orang yang hadir.
Mungkin bagi masyarakat umum sesuatu yang baru ya. Tapi kalau kita lihat kembali ke akar sejarahnya, sebenarnya perkembangannya itu dari Fisika kemudian diaplikasikan ke Kedokteran, muncul alat-alat kesehatan. Dari sana sebenarnya, perannya. Kemudian kita berpikir lagi, sebenarnya kita butuh organisasi yang bisa mengumpulkan kita orang-orang yang bisa memberikan pelayanan di bagian kesehatan dibawah satu organisasi, mungkin itu yang namanya AFISMI (Aliansi Fisikawan Medik Indonesia) tadi yang diadakan pertemuan tahun ini.
Memang kelihatan baru, tutur Afdal, tapi secara akadnya sendiri itu, sejak adanya pelayanan, itu orang fisika sudah ada disana. Cuma organisasi memang baru dan pertemuan ini juga baru digagas, sehingga baru di angka IX diadakan, tapi kalau yang diluar negeri itu sudah cukup lama."Selama ini kan kelihatan pelayanan kesehatan itu hanya dokter yang bertanggung jawab disana gitu lho.
Jadi dalam hal ini kita ingin agar pelayanan kesehatan dibelakang layar untuk alat-alat medisnya, lebih khusus lagi yang berkaitan dengan keselamatan pasien, berkaitan dengan penggunaan radiasi, seperti rontgen secara umum ya dan segala macam itu lebih menyentuh dan membantu dokter dalam memberikan pelayanan.Jadi dengan adanya kegiatan ini kita berkumpul untuk membicarakan kemajuan-kemajuan tersebut, banyak perusahaan yang hadir, kita bisa lihat ada dari beberapa vendor yang kemudian biasa menyuplai peralatan-peralatan ke rumah sakit.
Untuk itu, kita pengen agar kedepan bisa lebih baik lagi pelayanan kesehatan tersebut. Menurut Afdal, kegiatan ini sendiri sebenarnya acara tahunan, jadi tujuan utama kita itu selain mengupgrade meningkatkan keilmuan membicarakan apakah ada hal-hal baru dari perkembangan kesehatan itu sendiri, terutama di bidang-bidang teknologi kesehatan yang kalau di kampus tidak secepat industri perkembangannya."Jadi dengan adanya kolaborasi dengan adanya industri, kampus dan teman-teman yang menjalankan perannya di rumah sakit agar saling bersinergi dan bisa memberikan nilai tambah bagi masyarakat secara umum," ujarnya.
Perkembangan Singkat Pertemuan Ilmiah Tahunan Nasional Medis dan Biofisika (PIT-FMB) Ke-IX. Awal Inisiasi: Digagas pertama kali sekitar tahun 2017 oleh Peminatan Fisika Medis dan Biofisika Departemen Fisika FMIPA Universitas Indonesia bersama aliansi terkait untuk memperkuat jejaring riset dan klinis kesehatan.
Berkembang dari Pertemuan tingkat Peminatan Akademik menjadi Forum Nasional resmi yang berkolaborasi dengan Aliansi Fisikawan Medik Indonesia (AIFISMI) dan Aliansi Institusi Pendidikan Fisika Medis Indonesia. Fokus utamanya adalah menjadi ajang pertukaran ilmu, workshop, klinis dan diseminasi, riset seputar onkologi radiasi, pencitraan medis, kedokteran nuklir, serta proteksi keselamatan radiasi.
(Yefriando)



0 Komentar