BREAKING NEWS

10/recent/ticker-posts

Right Button

test bannerSELAMAT DATANG DI WEBSITE "RATU PRABU NEWS"

Mahasiswa KKN UNP Bangun Sportivitas dan Kebersamaan Melalui Tournament dan Fun Futsal Antar MDA di Nagari Maninjau.



Maninjau, Agam ratuprabunews. com - pembinaan karakter generasi muda tidak hanya dilakukan melalui Pendidikan di dalam kelas,  tetapi juga dapat dibangun melalui kegiatan olahraga yang melibatkan partisipasi masyarakat.  Berangkat dari semangat tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNP Bidang Kesenian dan Olahraga menghadirkan Tournament Fun Futsal Antar- Madrasah Diniyah Awaliyah  (MDA) sebagai program unggulan selama pelaksanaan KKN di Nagari Maninjau,  Kecamatan Tanjung Raya,  Kabupaten Agam.                       

Program ini lahir dari keinginan Mahasiswa untuk menghadirkan sebuah kegiatan yang tidak hanya menjadi ajang pertandingan,  tetapi juga mampu mempererat hubungan antaranak dari berbagai Jorong.  Selama ini,  Santri MDA di Nagari Maninjau lebih banyak beraktivitas di lingkungan masing-masing sehingga belum banyak memiliki kesempatan untuk bertemu dan berinteraksi dalam satu kegiatan bersama.  Melalui Tournament Fun Futsal,  Mahasiswa KKN ingin menghadirkan ruang bagi anak-anak untuk saling mengenal, belajar bekerjasama, serta membangun rasa kebersamaan melalui olahraga.   

Berbeda dengan tournament pada umumnya, kegiatan ini mengusung konsep Fun Futsal,  yaitu pertandingan yang menempatkan sportivitas,  kebersamaan dan pengalaman belajar sebagai tujuan utama.  Kemenangan tentu menjadi bagian dari pertandingan,  tetapi yang lebih penting adalah bagaimana anak-anak mampu menghargai lawan, mematuhi aturan permainan,  bekerja sama dalam tim,  serta berani menunjukkan kemampuan yang dimiliki. Dengan konsep tersebut, Mahasiswa berharap olahraga dapat menjadi media pembentukan karakter sekaligus sarana pembelajaran di luar lingkungan sekolah.                          

Sebelum turnament dilaksanakan pada 2 Agustus 2026, Mahasiswa Islam melakukan berbagai persiapan bersama masyarakat.  Kegiatan diawali dengan sosialisasi kepada Pemerintah Nagari,  Kepala Jorong,  Pengurus MDA,  dan pemuda mengenai tujuan pelaksanaan program. Tim juga melakukan konsultasi dengan Wali Nagari serta berkoordinasi dengan pihak sekolah terkait penggunaan lapangan sebagai lokasi pertandingan.  


Setelah seluruh pihak menyepakati pelaksanaan kegiatan, Mahasiswa bersama Pemuda dan masyarakat bergotong royong membersihkan lapangan agar tidak layak digunakan sebagai arena pertandingan. Karena fasilitas yang tersedia belum lengkap,  Mahasiswa juga mencari bahan untuk membuat tiang gawang secara mandiri. Seluruh proses tersebut menjadi bentuk nyata kolaborasi antara Mahasiswa dan masyarakat dalam menyukseskan program kerja.         

Dalam proses persiapan, Mahasiswa juga menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya adalah adanya pertanyaan dari sebagian masyarakat mengenai alasan peserta turnamen hanya diperuntukkan bagi Santri MDA.  Melalui pendekatan yang persuasif,  Mahasiswa menjelaskan bahwa sasaran kegiatan telah ditentukan sejak awal sebagai bagian dari pembinaan karakter anak-anak serta disesuaikan dengan waktu pelaksanaan KKN yang terbatas.  Setelah memperoleh penjelasan,  masyarakat dapat memahami tujuan program dan memberikan  dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan. 


                 

Tantangan lainnya adalah koordinasi dengan lima Jorong yang memiliki jadwal dan mekanisme komunikasi yang berbeda. Mahasiswa harus melakukan sosialisasi secara bertahap agar seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama mengenai konsep kegiatan.  Selain itu,  keterbatasan fasilitas pertandingan dan anggaran juga menjadi tantangan tersendiri. Namun,  semangat gotong royong,  berbagai kendala  tersebut dapat diatasi  sehingga Turnamen tetap dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana.                   

Pelaksanaan Tournament Fun Futsal berlangsung dengan lancar dan mendapat sambutan yang sangat baik dari masyarakat.  Kegiatan ini dihadiri oleh Wali Nagari Maninjau,  para Kepala Jorong,  guru-guru MDA, Pemuda,  orangtua peserta,  serta masyarakat yang turut memberikan semangat kepada para pemain.  Antusiasme peserta terlihat sejak pertandingan pertama hingga babak final. Meskipun berlangsung dalam suasana kompetisi,  seluruh peserta tetap menunjukkan sikap sportif dan saling menghormati satu sama lain.        

Wali Nagari Maninjau berharap melalui Tournament Fun Futsal Antar MDA ini akan lahir bibit-bibit pemain Futsal dan sepak bola berbakat dari Nagari Maninjau.  "Saya berharap dari kegiatan ini menjadi langkah awal bagi anak-anak untuk terus mengembangkan kemampuan mereka,  sehingga suatu saat dapat bergabung dengan Tim PSSI, memperkuat Klub Profesional seperti Semen Padang FC,  bahkan mengharumkan Nama Nagari Maninjau di berbagai ajang kompetisi," ujar Wali Nagari Maninjau, Harmen Yasin.                

Kegiatan ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak yang terlibat sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan.  Pemerintah Nagari,  Kepala Jorong,  Pengurus MDA, Pemuda dan masyarakat berperan aktif dalam membantu Mahasiswa mempersiapkan seluruh kebutuhan kegiatan.  Keterlibatan tersebut menunjukkan bahwa program KKN bukan hanya menjadi kegiatan mahasiswa,  tetapi juga menjadi ruang kolaborasi yang mampu memperkuat hubungan antara Perguruan Tinggi dan masyarakat.        

Selain Tournament Fun Futsal,  Bidang Kesenian dan Olahraga KKN UNP juga melaksanakan kegiatan lain,  seperti mengajar pendidikan jasmani di SDN 09 Bancah,  senam bersama masyarakat,  Olahraga bersama pemuda,  serta berpartisipasi dalam latihan Tambua Tansa sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya lokal.  Meskipun demikian,  Tournament Fun Futsal dipilih sebagai program unggulan karena melibatkan peserta dan kolaborasi masyarakat yang paling luas serta memberikan dampak yang nyata terhadap pembinaan karakter generasi muda.        

Melalui program ini,  Mahasiswa KKN Universitas Negeri Padang berharap semangat sportivitas, kebersamaan, dan gotong royong yang telah terbangun dapat terus dipertahankan oleh masyarakat Nagari Maninjau.  Turnamen ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan selama masa KKN saja,  tetapi dapat menjadi inspirasi bagi pemerintah Nagari, Pemuda dan Pengurus MDA untuk menjadikannya sebagai agenda tahunan.  Dengan demikian, kegiatan Olahraga ini tidak hanya menjadi sarana mengembangkan minat dan bakat anak-anak,  tetapi juga menjadi wadah mempererat hubungan antar Jorong, memperkuat silaturahmi,  serta membangun generasi muda yang aktif, sehat dan berkarakter.  

(Yefriando)


Posting Komentar

0 Komentar