Padang, ratuprabunews - Idealiz Indonesia (@idealizindonesia) adalah platforn orkestrator generasi yang berfokus pada ide dan analisis Generasi Z di Indonesia. Sebagai wadah diskusi, mereka menyuarakan dan mewujudkan gagasan anak muda. Salah satunya melalui konten di instagram. Idealiz Indonesia bertujuan meng orkestrasi potensi anak muda agar lebih berdampak bagi Indonesia.
Idealiz Indonesia fokus menjadi wadah ide dan analisis dari perspektif Gen Z Indonesia. Aktivitasnya mengadakan diskusi, talkshow dan membahas berbagai isu sosial serta kepemudaan, sesuai dengan taglinenya "one youth is not enough" dan platform aktif melalui instagram @idealizindonesiabertempat di Baka Coffee (Sekretariat Yayasan AFTA), yang berlokasi Jl. Rimbo Kaluang, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Sabtu (9/5/2026), Idealiz Indonesia menggelar Diskusi Bacrit (Banyak Cerita) Season 3 yang mengangkat tema "Sarjana Generasi Z Membludak: Loker Sumbar Dimana? ".
Hadir dalam diskusi tersebut narasumber dari berbagai sistem ilmu diantaranya Ahmad Hafiz (CEO PT. Wimbo Creative Media), Kevin Philips (GAPEMBI Sumbar), Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumbar diwakili oleh Kepala Balai Pelatihan Vokasi dan produktivitas (BPVP) Padang, Arnov Tri Hartanto, B. Eng., M.Sc., M. Eng., Aseng Siregar (CEO Agraris Indonesia), Rully Eka Putra (Ketua DPD KSPSI Sumbar), Chaydirul Yahya (Ketua PW GP Anshor Sumbar) dan undangan terkait lainnya. Panglima Idealiz (Ide dan Analisis Gen-Z), Arif Zulfriansyah Siregar atau akrab disapa Aseng Siregar kepada awak media menegaskan, kalau kalau kegiatan kita ini alhamdulillah ini rutin. Memang wadah yang mengerjakan itu adalah Idealiz Indonesia, tetapi dalam konteks memang dalam wadah Idealiz Indonesia, tapi ini tempat seluruh multi sektor.
Kemudian disiplin ataupun sama pelaku-pelaku isu yang ada terjadi di Sumatera Barat untuk fasilitasi, tapi memang konteks kita khusus Gen-Z, anak-anak muda Sumatera Barat hari ini dan mungkin 70 persen adalah anak-anak muda produktif di Sumatera Barat. Nah, kita mulai dari diskusi. Diskusinya, diskusi "daging". Diskusi yang jadi project, maupun gambaran besar yang bisa dilakukan anak-anak muda. "Harapannya, wadah seperti ini, ini adalah salah satu tugasnya. Jangan dilihat diskusinya. Kalau cuman diskusi saja, tidak ada aksi, jangan mau terpaku penilaiannya seperti itu. Malah sebenarnya, wadah diskusi itu yang tidak ada, maka habis itu tidak ada. Makanya aksi demo yang banyak di Sumatera Barat jadinya dan itu tidak " Daging" pula, " katanya.
Menurut Aseng, ini menjadi penentu, arah gerak Sumatera Barat. Kita tidak ada embel-embel apapun. Mau itu partai politik, mau dari organisasi apapun, mau darimana saja, kita bebas. "Ini adalah diskusi ketiga kalinya dan ini murni kolektif. Biaya dan lain sebagainya itu kita kolektif, tidak ada unsur apapun. Kampus merupakan pencetak sarjana, itu tugasnya, tapi yang menentukan tugas ini selesai kita juga anak-anak muda," ujarnya. Ia mengaku senang dibantu tim dari media agar bisa membantu publikasinya. Ini support juga bagi anak-anak muda di Sumatera Barat. Terima kasih kepada tim media.
(Yefriando)

0 Komentar