Padang, ratuprabunews - Kepala Bidang Pendidikan SMA (PSMA) dan Sekolah Luar Biasa (SLB) Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Mahyan, S. Pd, MM mengungkapkan, pendidikan itu merupakan suatu keharusan bagi Warga Negara Indonesia (WNI), dan itu sudah termaktub dalam UUD Tahun 1945. "Kami berharap bagaimana pendidikan ini menjadi sebuah kebutuhan masyarakat dan tentunya pendidikan yang berkualitas.
Kami juga berharap SMK, SMA dan SLB itu bagaimana selalu fokus kepada kualitas pendidikan yang bermutu dan memberikan pelayanan secara maksimal. Dan seperti yang kita sampaikan tadi sehingga anak didik kita adalah anak didik bangsa yang akan menjadi pemimpin masa depan, " kata Mahyan kepada ratuprabunews saat diwawancarai diruang kerjanya, pada hari Senin (13/4/2026).
Menurut Mahyan yang juga Ketua Unit Layanan Disabilitas (ULD) Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, dalam dunia pendidikan itu ada teori reward dan punishman. Bagi orang yang berprestasi harus kita beri reward, sedangkan bagi yang bersalah kita beri punishman, tetapi kita lebih menonjolkan tentang rewardnya. "Karena reward itu adalah salah satu didalamnya bagaimana kita memberikan pendidikan yang positif bagi anak-anak bangsa, " tuturnya.
Terkait sarana dan prasarana sekolah, lebih jauh Mahyan menjelaskan, sarana dan prasarana sekolah adalah sebuah hal yang pasti dibutuhkan di dalam pendidikan terutama sekali ruang kelas, labor, perpustakaan dan juga sarana penunjang seperti perkantoran. "Namun alhamdulillah pasca bencana Sumatera Barat, kita dikunjungi oleh Kementerian Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen (BSKAP) Kemendikdasmen RI dalam rangka bagaimana kurikulum kebencanaan. " Sumatera Barat In Syaa Allah, cukup semua pembelajarannya, semua sekolah sudah berjalan normal. Artinya, kita sangat sigaplah dalam menghadapi bencana ini. Kedepan kita berharap semoga tidak ada lagi bencana lagi. Sebab bencana yang sudah terjadi sangat menguras waktu, pikiran dan termasuk keuangan kita di daerah maupun keuangan kita secara nasional, " katanya.
Kalau untuk anak-anak trauma pasca bencana, masih menurut Mahyan, kita ada program trauma healing, bagaimana tentang anak-anak kita yang terkena bencana, bagaimana kita membangkitkan psikogisnya agar dia kembali semangat untuk bersekolah, semangat untuk menimba ilmu, dan semangat mengenyam pendidikan di bangku-bangku sekolah.
Saat dikonfirmasi mengenai SMA 12 Padang yang dapat bantuan Rp 2,5 miliar? Mahyan menjelaskan, itu bantuan pemulihan sarana yang ada di SMA 12 Padang. Kita anggarkan sebesar Rp 2,5 miliar. Nanti ada tahapan perencanaan, dan mungkin selanjutnya segera pelaksanaan kegiatannya begitu. "Ya, target kita segera mulai, dan dari kementerian anggaran sudah siap, " tegasnya. Ia menyampaikan pesan kementerian, pembangunan dijalankan sesuai yang tertera perencanaan dan kita tentu berupaya bagaimana uang yang ada kita pergunakan semaksimal mungkin, agar nanti hasilnya tentu lebih baik dan agar kita tidak tersandung dengan masalah hukum, apalagi ini dalam suasana bencana.
*Yefriando*

0 Komentar